Materi Bab 7 Bioteknologi IPA Kelas 9

BAB 7 Bioteknologi
A. Bioteknologi
dan Perkembangannya
Bioteknologi berasal dari kata “bio” yang artinya makhluk hidup dan “teknologi”
yang artinya suatu cara (alat) untuk memudahkan manusia dalam
memecahkan masalah atau membuat produk yang berguna. Bioteknologi
dapat didefinisikan sebagai penggunaan organisme atau bagian dari organisme
untuk membuat suatu produk atau jasa, sehingga dapat mensejahterakan manusia.
Bioteknologi yang
memanfaatkan secara langsung mikroorganisme seperti bakteri maupun jamur
secara langsung,
enzim yang dihasilkan mikroorganisme, dan melibatkan proses
fermentasi untuk menghasilkan produk atau jasa disebut dengan bioteknologi
konvensional. Contoh produk bioteknologi konvensional misalnya tempe, tapai, roti, keju, dan yoghurt.
Bioteknologi
modern yakni bioteknologi yang menggunakan bahan, peralatan, serta teknologi
canggih dalam prosesnya. Bioteknologi modern adalah perkembangan dari
bioteknologi konvensional.
B. Penerapan
Bioteknologi dalam Kehidupan
1. Bioteknologi
Pangan
Bioteknologi pangan adalah
bioteknologi yang digunakan untuk menghasilkan produk makanan dengan memanfaatkan mikroorganisme.
Beberapa contoh produk bioteknologi di bidang pangan yaitu
- Tapai
- Yoghurt
- Keju
- Tempe
- Kecap
- Roti
- Minuman beralkohol
2. Bioteknologi
Pertanian
Bioteknologi modern dalam
pertanian dilakukan dengan menerapkan teknik rekayasa genetika, yaitu dengan melakukan manipulasi
susunan gen suatu organisme sehingga dapat dihasilkan organisme
yang memiliki sifat baru. Manipulasi susunan gen dapat dilakukan dengan cara menambah gen suatu organisme yang diambil dari
organisme lain atau dengan menghilangkan gen tertentu dalam organisme
tersebut. Tanaman yang susunan gennya telah dimanipulasi disebut
dengan tanaman transgenik. Saat ini, telah banyak tanaman transgenik
yang sudah dikembangkan, misalnya jagung, padi, kedelai, tomat, dan
pepaya.
Teknik rekayasa genetika dilakukan melalui beberapa tahapan berikut.
a.
Menyiapkan potongan DNA yang
mengandung gen tertentu, misalnya gen “tahan serangan hama” dari makhluk hidup lain. Pemotongan
DNA dibantu oleh enzim restriksi (enzim pemotong).
b.
Menyiapkan vektor
(perantara) misalnya menggunakan plasmid Ti yang diambil dari bakteri Agrobacterium tumefaciens atau menggunakan
virus tertentu. Plasmid adalah suatu DNA dalam bakteri yang berbentuk
sirkuler dan mampu melakukan duplikasi
secara mandiri. Secara alami plasmid dapat ditransfer ke dalam sel lain
dengan membawa gen tertentu.
c.
Menggabung (merekombinasi)
potongan DNA yang mengandung gen tertentu dengan plasmid Ti menggunakan enzim ligase, sehingga
dihasilkan plasmid Ti yang telah mengandung gen “tahan serangan hama”.
d.
Memasukkan plasmid Ti yang
telah mengandung gen “tahan serangan hama” pada sel-sel tanaman.
e.
Tanaman akan mendapatkan DNA
yang mengandung gen “tahan serangan hama” dan tumbuh menjadi tanaman yang memiliki
sifat tahan terhadap serangan hama.
3. Bioteknologi
Peternakan
Bioteknologi juga banyak diterapkan dalam bidang peternakan,
yaitu dengan dikembangkannya hewan transgenik melalui teknik rekayasa genetika. Teknik
rekayasa genetika untuk berbagai keperluan dalam bidang peternakan digunakan untuk
a.
Meningkatkan
produksi susu
b.
tahan terhadap penyakit.
4. Bioteknologi
Kesehatan
Bioteknologi banyak
diaplikasikan dalam bidang kesehatan atau bidang medis, misalnya pembuatan antibiotik, insulin sintetis, dan vaksin.
a.
Antibiotik

b. Insulin
Sintetis (Humulin)

Untuk menghasilkan hormon insulin, DNA yang mengode hormon insulin
dalam sel pankreas diambil. Selanjutnya DNA tersebut direkombinasikan
ke dalam vektor (perantara), misalnya plasmid.
c.
Vaksin
Imunisasi atau disebut juga vaksinasi (Gambar 7.21) merupakan langkah yang sangat efektif
untuk melindungi
tubuh kita dari patogenpatogen yang menyebabkan penyakit, misalnya
hepatitis, polio, tetanus, campak, dan lain sebagainya. Vaksinasi adalah
suatu proses peningkatan system kekebalan tubuh dengan cara memasukkan vaksin ke dalam tubuh seseorang,
sehingga memiliki kekebalan terhadap penyakit tertentu yang
disebabkan oleh virus atau bakteri.

d. Antibodi
Monoklonal
Antibodi monoklonal adalah antibodi yang
spesifik untuk satu jenis antigen, yang dihasilkan dari satu jenis sel limfosit B yang merupakan hasil kloning dari sel induk. Antibodi monoklonal
umumnya dihasilkan dari kultur sel yang melibatkan penggabungan (fusi) sel
myeloma (sel tumor) dan sel limfosit B dari tikus atau dari kelinci.

5. Bioteknologi
Lingkungan

Pemanfaatan bakteri untuk mendegradasi atau menguraikan polutan
yang mencemari lingkungan disebut bioremediasi. Selain untuk
mengatasi pencemaran di laut, bioremediasi juga banyak digunakan
untuk mengatasi pencemaran di perairan, seperti di kolam atau
danau.
Selain menggunakan bakteri, penanggulangan pencemaran lingkungan dapat menggunakan tanaman
tertentu, misalnya eceng gondok dan bunga matahari. Teknik tersebut
disebut fitoremediasi.
6. Bioteknologi
Forensik
DNA fingerprinting adalah
teknik yang dilakukan untuk mengidentifikasi seseorang berdasarkan pada profil pita DNA.
Ada dua
aspek yang digunakan dalam DNA fingerprinting, yaitu
adanya keseragaman dan variasi profil DNA pada satu individu. Prosedur DNA
fingerprinting memiliki kesamaan dengan Teknik investigasi
menggunakan tes sidik jari. Dalam tes sidik jari dilakukan pencocokan
profil sidik jari seseorang. Sementara itu, pada DNA fingerprinting
dilakukan pencocokan profil DNA individu. DNA dapat digunakan
sebagai acuan dalam investigasi karena profil DNA unik pada setiap
individu dan memiliki keterkaitan dengan profil DNA dalam suatu
keluarga.
C. Dampak
Penerapan dan Pengembangan Bioteknologi
1. Dampak
terhadap Lingkungan
Plasma nutfah
merupakan materi yang membawa sifat suatu makhluk hidup. Proses
pencemaran tersebut dikenal dengan polusi gen. Misalnya, pengembangan
tanaman jagung transgenik yang tahan terhadap herbisida, jika jagung
transgenik ini ditanam di lahan alami, maka serbuk sari dapat membawa gen jagung transgenik dan menyerbuki jagung
alami. Penyerbukan seperti ini membuat gen-gen pada jagung alami
terkontaminasi dengan gen-gen dari tanaman jagung transgenik.

2. Dampak
terhadap Kesehatan
Berdasarkan hasil penelitian
terhadap tanaman kedelai transgenik yang mengandung
gen dari kacang Brazil dapat memicu reaksi alergi pada orang tertentu yang
sensitif terhadap kacang Brazil. Meskipun demikian, tidak semua orang
mengalami reaksi alergi karena mengonsumsi produk tanaman atau hewan
transgenik. Beberapa produk bioteknologi lainnya, seperti alkohol dapat disalahgunakan untuk dibuat
menjadi minuman
beralkohol yang apabila dikonsumsi terus-menerus dapat menimbulkan
dampak buruk bagi kesehatan.
3. Dampak
terhadap Sosial dan Ekonomi
Negara yang sudah maju dalam mengembangkan organisme transgenic memasarkan
produknya dalam perdagangan internasional, tentunya produk
negara berkembang akan kalah. Akibatnya penghasilan negara pun
dapat berkurang. Kondisi ini juga dapat membuat negara berkembang
menjadi tergantung pada produk negara maju.
Posting Komentar untuk " Materi Bab 7 Bioteknologi IPA Kelas 9 "